Muhammad Farid Maricar: “Perjuangan Pecandu Game-Online Meraih Beasiswa di Jepang”

11 12 2011

Tidak pernah terbesit rencana untuk pergi ke Jepang sebelumnya. Saya hanyalah pelajar yang tidak pernah mendapatkan prestasi yang memadai di sekolah. Intinya, saya anak yang biasa-biasa saja.Saya bukan seorang jenius yang selalu mendapatkan prestasi belajar berupa rangking di sekolah.Saya juga tidak pernah ikut olimpiade-olimpiade sains yang benar-benar mengkompetisikan diri di sekolah. Atau orang yang selalu ikut English debate yang seperti kita tahu mereka punya wawasan yang sangat luas,ditambah dengan kemampuan berbahasa Inggris tentunya.

Saat sekolah saya tergolong anak yang malas mengerjakan tugas, tidak pernah belajar saat akan melaksanakan ujian. Bahkan, saat Ujian Akhir Nasional akan dimulai dan sedang berlangsung pun, saya masih dapat ditemukan di warnet depan sekolahku yang bernama ‘Multizone’.Tapi Alhamdulillah, ternyata Allah masih memberikan karunia kelulusan untukku yang malas bin bodoh ini…*sigh…
Cerita itu tidak hanya berhenti sampai disini saja.
Setelah lulus dari SMA saya melanjutkan kebiasaan itu. Jauh setelah saya tahu kalau orang tua saya merencanakan untuk berangkat ke Jepang.Saya disuruh ikut les Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Namun, kesempatan itu tidak kupergunakan sebaik-baiknya.Terkadang dalam kelas Bahasa Inggris saya dalam keadaan malas. Apalagi les bahasa Jepang,saya belum mampu membaca hiragana sedikitpun. Antara waktu les bahasa Inggris yang waktu itu pada pagi hari dan les bahasa Jepang pada malam hari,saya malah pergi bermain game di game center. Bahkan,sebelum mengambil kursus bahasa Jepang dan bahasa Inggris itu,saya masih sempat mengikuti ujian tes seleksi masuk SNMPTN. Tapi,bukannya belajar dengan baik,waktu-waktuku malah kuhabiskan untuk hal-hal yang tidak berharga. Berusaha menamatkan Digimon World DS, Menyelesaikan Quest untuk naik job menjadi Warsmith(Lineage II),dan tentu saja DOTA.Bahkan saat-saat terakhirku di Indonesia masih kugunakan untuk hal-hal seperti itu. Sampai akhirnya tiba di jepang, saat itu statusku masih ikut orang tua. Tapi bukannya menggunakan waktu itu sebaik-baiknya malah saya pergunakan untuk mencari dan mencoba game online dan itu.Tidak hanya itu, sebagian besar waktu yang berharga itu tidak kugunakan untuk belajar bahasa Jepang dan bahasa Inggris yang seharusnya bisa kukuasai seandainya saya benar2 bertekad untuk menguasainya waktu itu.Tapi apa daya,waktu tak dapat terulang. Sampai akhirnya hampir setahun saya tinggal di Jepang,saya akhirnya pulang kembali ke Indonesia. Waktu itu kemampuan berbahasa Jepang dan bahasa Inggris saya masih berstatus ala kadarnya.So bagaimana cara saya bertahan hidup dan kuliah dengan cara seperti ini? Hal itulah yang sering muncul di benak saya.
Tapi, ketika pulang kembali ke Makassar.Bukannya memanfaatkan waktu untuk mencari buku dan bacaan yang dipergunakan untuk kuliah,waktuku malah kupergunakan untuk bermain game setiap hari.
Pergunakan waktu yang anda punya sebaik-baiknyaKarena waktu yang anda gunakan tidak akan pernah kembali lagiSesal kemudian percuma…Saya hanya bisa menyesal dan berdoa pada Allah agar waktu-waktu dan kesempatan yang Dia berikan di kemudian hari bisa lebih berbuah dan bermanfaat buatku…
Pentingnya Doa dan Tawakkal
Waktu itu…Aku sama sekali tidak pernah berpikir.Bagaimana mungkin aku diterima masuk di Kyushu Universitysalah satu Perguruan Tinggi terbaik di Jepang. Namun,akhirnya aku menerima dengan lapang dada bahwa aku harus masuk di Kyushu University.Mengapa aku mengatakan lapang dada?Karena tidak pernah sedikitpun terlintas dipikiranku untuk masuk dengan biaya masuk yang sangat besar yang mungkin mampu untuk mencekik orang tuaku. Namun Tuhan ternyata berencana lain, ternyata setelah pengumuman 20 April itu aku sama sekali tidak menerima beasiswa, namun diterima untuk masuk di Kyushu University.Nyeseeek banget…
Tapi kucoba terus berharap pada Allah.Karena kutahu hanya Dialah Yang Maha Kuasa dan Maha Menghendaki segala sesuatunya. Mulai dari mengapply keringanan pembayaran,penundaan pembayaran uang masuk, serta uang kuliah. Waktu itu tidak pernah terlintas sama sekali dibenakku untuk melanjutkan kuliah yang sudah sangat jelas dengan biaya yang tidak sedikit ini.
Namun cerita ini berbalik 180 derajat ketika waktu itu pengumuman tanggal 9 Agustus,untuk kesempatan penerimaan beasiswa periode kedua,aku masih belum mendapatkan jawaban akan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Akhirnya akupun mencoba berpasrah.Hanya Allah-lah yang berkuasa atas segala sesuatunya. Aku sudah melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan.Aku tidak bisa berharap terlalu banyak.
Entah mengapa,saya juga agak lupa kapan peristiwa itu. Tiba2 aku mendapatkan email yang bertuliskan bahwa saya menjadi salah satu penerima beasiswa MEXT,yang membuatku tak perlu lagi untuk membayar biaya kuliah dan pendaftaran masuk untuk semester pertama. Aku terjatuh dan tersungkur membaca email yang cukup menakutkan itu. Dan tanpa terasa,air mataku jatuh berlinang,mengucapkan rasa syukur atas karunia yang Allah berikan selama ini. Siapa yang pernah menyangka,akan mendapatkan kesempatan langka seperti ini?!
Well, usaha dan doa saja tidaklah cukup untuk mendapatkan sesuatu. Kita harus bertawakkal pada Allah…Berserah diri kepadaNya. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya…Tidak ada yang perlu kuragukan lagi…Sungguh nikmat Allah yang begitu besar telah kurasakan selama ini…Dibalik Kesulitan Pasti ada Kemudahan yang terselubung… Sungguh manusia bisa berencana,Tapi Rencana Allah Jauh lebih Indah…Janganlah pernah kecewa akan sesuatu…karena segala sesuatunya Allah sudah mengaturnya…Jangan pernah berhenti berusaha,berdoa, dan bertawakkal…Karena Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar…
Muhammad Farid Maricar,Fukuoka-shi, Fukuoka, Japan
九州大学 (Kyushu University)

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: